IPRO Masih Minim, Kalsel Genjot Penyusunan Proyek Siap Tawar untuk Tarik Investor
Hafizah Fikriah Waskan - Thursday, 02 April 2026 | 10:31 AM


amanditmedia.id, Banjarbaru - Kesiapan proyek investasi menjadi sorotan dalam upaya menarik minat investor ke daerah. Salah satu yang didorong adalah penyusunan Investment Project Ready to Offer (IPRO) agar peluang investasi bisa ditawarkan secara lebih konkret.
Dalam Rakortek dan Forum Perangkat Daerah 2026, Ariadi Noor menegaskan bahwa IPRO berperan penting sebagai pintu masuk investasi. Tanpa dokumen yang matang, target pertumbuhan ekonomi dinilai sulit tercapai.
"Kita harus menyiapkan IPRO yang benar-benar matang. Sektor-sektor potensial harus dipetakan dengan jelas agar dapat ditawarkan kepada investor secara konkret," ujarnya, Senin (30/3).
Ia menambahkan, pencapaian target ekonomi 8,1 persen membutuhkan langkah serius, termasuk penyusunan IPRO yang komprehensif dan siap ditawarkan.
"Target 8,1 persen tidak akan tercapai jika kita tidak menyiapkan langkah serius, termasuk penyusunan IPRO yang komprehensif," tegasnya.
Sementara itu, Endri mengungkapkan jumlah IPRO di Kalsel saat ini masih sangat terbatas. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus segera diatasi.
"Jumlah kajian IPRO kita saat ini masih sangat minim, bahkan belum sampai lima. Ini menjadi tantangan besar bagi kita semua," ujarnya.
Untuk itu, setiap kabupaten dan kota didorong aktif menyusun minimal satu IPRO setiap tahun agar jumlah proyek siap tawar terus bertambah.
"Jika setiap kabupaten/kota mampu menghasilkan satu IPRO per tahun, ditambah kontribusi dari provinsi, maka kita bisa memiliki sekitar 15 IPRO setiap tahunnya," jelasnya.
Dokumen IPRO nantinya akan disampaikan ke BKPM untuk dipromosikan kepada investor, serta ditampilkan melalui aplikasi Bakantan agar lebih mudah diakses.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing investasi daerah melalui penyediaan data proyek yang lebih terukur dan siap ditawarkan.
Next News

Kontrak Diteken, Pembangunan Jembatan Pulau Laut Resmi Dimulai Tanpa Tunda
a day ago

Sinkronisasi Kebijakan dan Penguatan Hilirisasi Jadi Fokus Rakornis Perindustrian Kalsel 2026
a day ago

Belanja Negara di Kalsel Tembus Rp4,55 Triliun, APBD Surplus dan THR Jadi Stimulus Ekonomi
a day ago

KUR di Kalsel Tembus Rp863 Miliar, UMKM Mulai Agresif Akses Pembiayaan Awal 2026
a day ago

Penyaluran Dana Daerah di Kalsel Tembus Rp3,69 Triliun, DAU Masih Mendominasi Awal 2026
a day ago

Ekonomi Kalsel Awal 2026 Tancap Gas, Surplus Fiskal Tercatat Rp1,87 Triliun
a day ago

Dorong Sinergi Lintas Sektor, Kalsel Perkuat Pelayanan Publik dan Ekonomi Lewat Forum Perangkat Daerah
a day ago

Data Pertanian Kini Digital, Kalsel Siapkan Sistem Baru untuk Tingkatkan Akurasi Hortikultura
a day ago

Dikejar Target Rp37 Triliun, Investasi Kalsel 2026 Dihadang Tantangan Global
a day ago

Kejar Target Ekonomi 8,1 Persen, Kalsel Perkuat Strategi Investasi Lewat Rakortek 2026
2 days ago




