Minggu, 15 Maret 2026
Amandit FM
Hiburan

Mike Posner: Dari Gemerlap Ibiza Hingga Menemukan Diri di Jalur Setapak Amerika

Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 15 March 2026 | 08:00 PM

Background
Mike Posner: Dari Gemerlap Ibiza Hingga Menemukan Diri di Jalur Setapak Amerika
Mike Posner (Instagram/Mike Posner)

Kalian ingat tahun 2016? Tahun di mana hampir setiap sudut kafe, radio mobil, sampai playlist di gym memutar lagu "I Took a Pill in Ibiza". Nadanya asyik buat joget, remix dari Seeb bikin kepala otomatis manggut-manggut. Tapi, kalau kita mau sedikit teliti dengerin liriknya, Mike Posner sebenarnya lagi curhat colongan soal betapa menyedihkannya jadi orang terkenal yang sudah lewat masa jayanya. "You don't want to be high like me," katanya. Ironis banget, lagu tentang kesepian malah jadi anthem pesta di seluruh dunia.

Sosok Mike Posner ini sebenarnya unik banget kalau kita bedah pelan-pelan. Dia bukan sekadar penyanyi "one-hit wonder" yang kebetulan beruntung. Sebelum meledak lewat remix Ibiza, Mike sudah punya nama lewat "Cooler Than Me" pas dia masih kuliah di Duke University. Bayangkan, masih mahasiswa tapi sudah punya lagu yang diputar jutaan kali. Namun, dunia hiburan itu kejam, kawan. Nama Mike sempat tenggelam, dia lebih banyak kerja di balik layar, nulis lagu buat musisi besar kayak Justin Bieber ("Boyfriend") sampai Maroon 5 ("Sugar"). Uangnya banyak? Pasti. Bahagia? Ternyata nggak juga.

Titik Balik dan Tragedi yang Mengubah Segalanya

Ada momen di mana hidup Mike benar-benar kena hantam badai. Ayahnya meninggal karena kanker, lalu nggak lama setelah itu, sahabat dekatnya, Avicii, juga berpulang. Kejadian bertubi-tubi ini bikin Mike sadar kalau hidup itu singkat banget dan mengejar popularitas doang rasanya kok hampa ya? Dia merasa ada yang salah dengan cara dia menjalani hidup selama ini. Terlalu banyak kepalsuan, terlalu banyak tekanan buat terus tampil sempurna di depan kamera.

Alih-alih depresi berkepanjangan atau bikin skandal biar masuk infotainment, Mike malah ambil langkah yang menurut orang awam itu gila. Dia memutuskan buat jalan kaki. Iya, beneran jalan kaki membelah benua Amerika Serikat. Dari ujung Samudera Atlantik di New Jersey sampai ke pesisir Samudera Pasifik di California. Jaraknya? Sekitar 4.800 kilometer. Gila nggak tuh? Ini bukan sekadar jalan santai di komplek hari Minggu, tapi sebuah perjalanan spiritual yang bener-bener menguji nyawa.

Digigit Ular Sampai Menemukan Kedamaian

Perjalanan Mike Posner lintas Amerika ini bukan tanpa hambatan. Di tengah jalan, saat dia lagi asyik-asyiknya jalan di Colorado, Mike digigit ular derik (rattlesnake). Dia hampir kehilangan nyawanya dan harus diterbangkan pakai helikopter ke rumah sakit. Orang-orang mengira dia bakal menyerah. "Udahlah Mike, balik ke studio aja, bikin lagu lagi," mungkin itu yang dipikirkan netizen saat itu. Tapi setelah beberapa minggu pemulihan dan harus belajar jalan lagi, dia balik lagi ke titik di mana dia digigit ular dan lanjut jalan kaki sampai selesai.

Gue rasa, di sinilah letak kerennya seorang Mike Posner. Dia nggak cuma ngomong soal "self-love" atau "healing" di media sosial dengan caption puitis, tapi dia bener-bener menjalaninya dengan rasa sakit fisik yang nyata. Lewat perjalanan itu, dia jadi lebih menghargai hal-hal kecil. Dia jadi lebih sering meditasi, belajar teknik pernapasan ala Wim Hof, dan mulai mencintai alam dengan cara yang lebih dalam. Sosoknya yang dulu flamboyan perlahan berubah jadi pria berjenggot lebat dengan aura yang jauh lebih tenang.

Lebih Dari Sekadar Musisi: Mendaki Everest dan Beyond

Setelah sukses jalan kaki membelah Amerika, Mike nggak berhenti cari tantangan. Kayaknya adrenalin dan pencarian jati dirinya sudah pindah level. Tahun 2021 kemarin, dia berhasil mencapai puncak Gunung Everest. Tujuannya mulia, dia ngumpulin dana buat badan amal keadilan rasial atas nama mendiang ayahnya. Bayangkan, dari musisi yang biasanya tidur di hotel bintang lima dan tampil di panggung mewah, sekarang dia kedinginan di puncak dunia demi sebuah misi kemanusiaan.

Sekarang kalau kita lihat Mike Posner di media sosial, kita bakal nemuin sosok yang beda banget sama image musisi pop pada umumnya. Dia sering posting video lagi mandi es (ice bath), latihan napas yang intens, atau sekadar sharing soal buku-buku filsafat. Dia tetap bermusik, kok. Tapi musiknya sekarang terasa lebih "jujur". Album "A Real Good Kid" atau project-project terbarunya mungkin nggak semuanya jadi chart-topper di Billboard, tapi terasa punya jiwa yang lebih kuat.

Pelajaran Buat Kita Semua

Apa sih yang bisa kita ambil dari ceritanya Mike Posner? Mungkin kita semua pernah ngerasa kayak Mike di lagu "Ibiza". Merasa kosong di tengah keramaian, atau ngerasa terjebak dalam ekspektasi orang lain. Cerita Mike ngajarin kita kalau nggak ada salahnya buat tekan tombol "pause" dan keluar dari zona nyaman. Nggak perlu harus jalan kaki antar provinsi atau mendaki Everest juga sih, tapi minimal berani buat jujur sama diri sendiri soal apa yang sebenernya kita cari dalam hidup.

Mike Posner membuktikan kalau kesuksesan itu bukan cuma soal berapa banyak piala Grammy di atas lemari atau berapa digit angka di rekening bank. Kesuksesan sejati adalah ketika kita bisa berdamai dengan diri sendiri, melewati trauma, dan tetap punya semangat buat bantu orang lain. Dia bertransformasi dari seorang pop star yang rapuh menjadi manusia yang tangguh. Dan jujur aja, ngelihat transformasi Mike itu jauh lebih menginspirasi daripada sekadar dengerin lagu-lagu hits yang cuma numpang lewat di telinga. Jadi, kapan terakhir kali kalian berani keluar dari rutinitas dan melakukan sesuatu yang benar-benar bermakna buat diri sendiri?

Tags