PSM Tumbang di Surabaya, Tomas Akui Minimnya Konversi Peluang Jadi Biang Kekalahan
Hafizah Fikriah Waskan - Thursday, 26 February 2026 | 07:31 AM


amanditmedia.id, Surabaya - PSM Makassar kembali menelan hasil kurang maksimal usai takluk 0-1 dari Persebaya Surabaya pada laga di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2) malam. Pelatih PSM, Tomas Trucha, menilai kegagalan memanfaatkan peluang menjadi faktor utama kekalahan timnya.
Dalam konferensi pers selepas pertandingan, Tomas mengungkapkan rasa kecewanya. Ia menyebut PSM kerap kalah dengan selisih tipis dalam beberapa laga terakhir.
"Kami sering kalah 1-0 atau 2-1. Ini menyakitkan, tetapi kami harus terus bergerak karena masih ada pertandingan berikutnya," ujar Tomas.
Menurutnya, secara strategi tim sebenarnya sudah memahami pendekatan permainan lawan, termasuk komposisi pemain yang diturunkan. Namun, satu gol yang tercipta menjadi pembeda, sementara PSM harus pulang tanpa membawa poin.
Catatan 10 pertandingan terakhir di BRI Super League juga menjadi sorotan. PSM hanya meraih satu kemenangan dalam periode tersebut. Tomas menilai situasi ini tidak lepas dari efektivitas lini serang yang belum maksimal.
Saat menghadapi Persebaya, PSM mencatatkan 40 sentuhan di dalam kotak penalti dan melepaskan 12 percobaan tembakan. Meski demikian, peluang yang ada belum mampu dikonversi menjadi gol karena keputusan akhir yang kurang tepat.
"Masalah kami bukan di pertahanan. Tantangan terbesar adalah menciptakan peluang bersih dan mengubahnya menjadi gol," katanya.
Ia menambahkan manajemen telah berupaya memperkuat skuad dengan mendatangkan pemain tambahan demi meningkatkan kedalaman tim. Dengan opsi yang lebih variatif, Tomas berharap tim bisa segera memperbaiki produktivitas dan mengubah peluang menjadi poin pada laga berikutnya.
Sementara itu, pemain PSM Luka Cumic menilai timnya kurang tampil maksimal pada babak pertama. Ia menekankan pentingnya energi dan tekanan sejak awal pertandingan.
"Kami harus memberikan 100 persen di pertandingan berikutnya," ujar Cumic.
Next News

Bahlil Nilai Batas BBM Subsidi 50 Liter per Hari Wajar, Singgung Pengalaman Jadi Sopir Angkot
14 days ago

Ramai Isu BBM Naik 1 April, Ini Penjelasan Terbaru dari Pusat
14 days ago

UTBK Is Coming: Checklist Amunisi Biar Nggak Panik di Hari-H
14 days ago

Punya 7.000 Triliun, Elon Musk Bisa Beli Apa Saja di Dunia Ini?
22 days ago

Otto Toto Sugiri: Kisah "Bill Gates Indonesia" yang Hartanya Bikin Geleng-Geleng Kepala
22 days ago

164 Triliun dan Kisah di Balik Senyum Tahir: Lebih dari Sekadar Angka di Rekening
22 days ago

Mengenal Michael Hartono: Triliuner yang Hobi Main Kartu dan Jajan di Pinggir Jalan
22 days ago

Seberapa Kaya Robert Budi Hartono? Intip Fakta Kekayaannya di Sini
22 days ago

Mengenal Low Tuck Kwong: Sang Raja Batubara yang Bikin Kita Merasa Miskin Berjamaah
22 days ago

Kaesang Pangarep: Dari Tukang Pisang, Raja Meme, Hingga Jadi Kapten Politik Dadakan
a month ago





