Selasa, 14 April 2026
Amandit FM
Nasional

Revitalisasi Kawasan Transmigrasi, Kementras Bangun 454 Toilet dan Perbaiki 500 Sekolah

Hafizah Fikriah Waskan - Thursday, 12 February 2026 | 12:47 PM

Background
Revitalisasi Kawasan Transmigrasi, Kementras Bangun 454 Toilet dan Perbaiki 500 Sekolah
Menteri Transmigrasi didampingi jajaran dalam jumpa pers di Jakarta (ANTARA/Harianto)

amanditmedia.id, Jakarta - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mencatat pencapaian signifikan sepanjang 2025 dengan membangun 454 toilet dan merenovasi lebih dari 500 sekolah di berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya revitalisasi infrastruktur dasar dan peningkatan kualitas pendidikan bagi masyarakat setempat.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, pembangunan toilet dilakukan di 154 kawasan transmigrasi untuk meningkatkan sanitasi dan kesehatan lingkungan, sekaligus mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah. "Renovasi sekolah dilakukan karena kondisi sebagian bangunan cukup memprihatinkan. Ada sekolah dengan satu toilet untuk ratusan siswa," ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (11/2).

Renovasi lebih dari 500 unit sekolah bertujuan memperbaiki sarana pendidikan yang sebelumnya terbatas. Perbaikan ini meliputi fasilitas sanitasi, perbaikan bangunan, hingga penataan ruang belajar agar siswa dan tenaga pendidik dapat memperoleh layanan pendidikan yang lebih baik.

Selain perbaikan fisik, Kementrans juga menekankan program Trans Tuntas, yang menata kepastian hukum atas lahan transmigrasi. Langkah ini memastikan hak masyarakat terlindungi secara administratif dan memberikan nilai ekonomi lebih bagi kawasan tersebut.

Transformasi transmigrasi juga menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia (SDM). Program Transmigrasi Patriot menghadirkan tenaga muda terdidik untuk mendorong pembangunan berkelanjutan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal. Beberapa lokasi prioritas program ini mencakup Rempang di Kepulauan Riau, Mamuju di Sulawesi Barat, dan Merauke di Papua Selatan.

Mentrans menambahkan, keberhasilan program di tiga lokasi ini dapat menjadi model untuk direplikasi di kawasan lain, khususnya untuk menekan kemiskinan di Papua melalui pemberdayaan masyarakat lokal. "Fokus kami adalah membantu rakyat Papua dengan menciptakan ekosistem ekonomi baru melalui pembangunan infrastruktur dan penguatan SDM," katanya.

Untuk mendukung berbagai program prioritas tersebut, pagu anggaran Kementrans 2026 mencapai Rp1,9 triliun, terbagi menjadi dukungan manajemen Rp564 miliar dan program teknis Rp1,3 triliun. Anggaran ini difokuskan untuk pengembangan kawasan transmigrasi berkelanjutan, termasuk pembangunan infrastruktur, layanan pendidikan, dan transformasi ekonomi lokal.