Jumat, 1 Mei 2026
Amandit FM
Berita Kalsel

RSUD Ulin Banjarmasin Siapkan Dana Pendamping Rp5 Miliar bagi Pasien Non-BPJS

Hafizah Fikriah Waskan - Saturday, 14 March 2026 | 06:26 AM

Background
RSUD Ulin Banjarmasin Siapkan Dana Pendamping Rp5 Miliar bagi Pasien Non-BPJS
RSUD Ulin Bantu Layanan Kesehatan Warga Miskin Melalui Dana Pendamping (diskominfomc.kalselprov.go.id/MC Kalsel)

amanditmedia.id, Banjarmasin – RSUD Ulin Banjarmasin menyediakan program dana pendamping bagi pasien yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan namun membutuhkan penanganan medis. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat kurang mampu agar tetap bisa memperoleh layanan kesehatan.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Among Wibowo menjelaskan dana pendamping tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan nilai sekitar Rp5 miliar. Dana itu dialokasikan khusus bagi pasien dari kalangan ekonomi kurang mampu yang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Menurutnya, program tersebut menjadi solusi bagi masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan tetapi memerlukan pelayanan medis. Dengan adanya dana pendamping, pasien tetap dapat memperoleh perawatan tanpa harus terkendala biaya.

Among menambahkan program ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan, selama memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Proses verifikasi dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk dinas sosial, dinas kesehatan, hingga pemerintah kelurahan dan kecamatan.

Masyarakat yang ingin mengakses program tersebut diwajibkan melengkapi sejumlah dokumen pendukung, seperti surat keterangan tidak mampu dari kelurahan serta data verifikasi dari kecamatan yang menunjukkan kondisi ekonomi keluarga.

Langkah verifikasi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran sehingga dana pendamping benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Melalui program ini, RSUD Ulin Banjarmasin berharap tidak ada lagi warga kurang mampu yang kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan hanya karena keterbatasan biaya. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di Kalimantan Selatan.

Tags