Runtuh – Feby Putri ft. Fiersa Besari: Arti Lagu tentang Luka yang Dipendam
Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 22 March 2026 | 12:48 PM


Lagu "Runtuh" dari Feby Putri bersama Fiersa Besari menghadirkan potret emosional tentang seseorang yang terlihat baik-baik saja di luar, tetapi sebenarnya sedang rapuh di dalam. Lagu ini menyentuh tema kesehatan mental, kelelahan batin, dan kejujuran terhadap diri sendiri.
Di bagian awal, lirik "ku terbangun lagi di antara sepi, hanya pikiran yang ramai" menggambarkan kondisi overthinking. Secara fisik mungkin sendiri, tetapi pikiran dipenuhi berbagai hal yang mengganggu. Ini menjadi tanda awal dari kelelahan emosional yang terus menumpuk.
Lirik "mengutuki diri tak bisa kembali tuk mengubah alur kisah" menunjukkan penyesalan yang dalam. Ada keinginan untuk memperbaiki masa lalu, tetapi kenyataan tidak memungkinkan hal itu terjadi. Perasaan bersalah ini menjadi beban yang sulit dilepaskan.
Masuk ke pre-chorus, "ketika mereka meminta tawa, ternyata rela tak semudah kata" menggambarkan tekanan sosial. Seseorang dipaksa untuk terlihat bahagia, padahal di dalam dirinya sedang berjuang. Ini mencerminkan realitas banyak orang yang harus "berfungsi normal" meski sedang tidak baik-baik saja.
Pada chorus, lirik "terbiasa tuk pura-pura tertawa" menjadi inti konflik. Ada kebiasaan memendam perasaan dan menyembunyikan luka di balik senyuman.
Kalimat "bolehkah sekali saja ku menangis?" adalah bentuk kejujuran yang jarang diungkapkan. Ini bukan sekadar ingin menangis, tetapi keinginan untuk berhenti berpura-pura dan mengakui rasa sakit yang ada.
Di verse berikutnya, "ketika kau lelah, berhentilah dulu, beri ruang, beri waktu" menjadi pesan reflektif. Lagu ini tidak hanya menggambarkan luka, tetapi juga memberikan ruang untuk istirahat dan pemulihan.
Lirik "mereka bilang, syukurilah saja" menunjukkan bagaimana nasihat klise sering kali tidak membantu. Tidak semua luka bisa diselesaikan hanya dengan rasa syukur, karena setiap orang memiliki proses emosionalnya sendiri.
Di bagian akhir, "ku tak ingin lagi membohongi diri" dan "ku ingin belajar menerima diri" menjadi titik balik. Ada kesadaran untuk mulai jujur pada diri sendiri dan menerima kondisi yang ada, meskipun tidak mudah.
"Runtuh" adalah lagu yang relevan bagi siapa saja yang pernah merasa lelah secara emosional. Lagu ini menegaskan bahwa tidak apa-apa untuk merasa rapuh, dan bahwa menerima diri sendiri adalah langkah penting untuk bangkit kembali.
Next News

Menjaga Kewarasan dan Fokus Saat UTBK: Biar Nggak Nge-blank Pas Ketemu Soal
a month ago

Gimana Caranya Biar Skor UTBK Nggak Gitu-gitu Aja? Tips Ampuh Naik Drastis Tanpa Harus Jadi Robot
a month ago

Seni Bertahan Hidup di Arena UTBK: Gimana Caranya Ngerjain Cepat Tanpa Perlu Pakai Jin?
a month ago

Strategi War UTBK: Cara Biar Nggak 'Ngutang' Jawaban Saat Waktu Habis
a month ago

Seni Menyusun Jadwal Belajar UTBK yang Nggak Bikin Tipis Harapan (dan Tipis Dompet)
a month ago

Panduan Survival UTBK: Bocoran Materi Langganan Muncul Biar Nggak Sia-sia Ambis
a month ago

Seni Bertahan Hidup Menghadapi UTBK: Bukan Cuma Soal Pintar, Tapi Soal Waras
a month ago

UTBK Udah Deket Tapi Masih Blank? Begini Cara 'War' Jalur Ekspres Tanpa Bikin Tipus
a month ago

Panduan Doa Sembelih Kurban Idul Adha Sesuai Sunnah
a month ago

Lebih dari Sekadar Sate: Membedah Sisi Spiritual dan Sosial di Balik Tradisi Kurban
a month ago





