Kamis, 30 April 2026
Amandit FM
Hiburan

Satu Kali – Tulus dan Pesan Mendalam tentang Waktu yang Tak Pernah Terulang

Hafizah Fikriah Waskan - Thursday, 05 March 2026 | 05:51 AM

Background
Satu Kali – Tulus dan Pesan Mendalam tentang Waktu yang Tak Pernah Terulang
TULUS - Satu Kali (YouTube/Tulus)

Dalam album Manusia yang dirilis tahun 2022, Tulus menghadirkan lagu Satu Kali sebagai refleksi paling kontemplatif tentang hidup dan waktu. Jika banyak lagu berbicara soal cinta, Satu Kali justru mengajak kita menatap sesuatu yang lebih besar dan tak terelakkan, yaitu perjalanan usia yang tidak bisa diputar ulang.

Lagu ini dibuka dengan empati, "Untuk matamu yang basah tak berhenti / Untuk tawa yang datang sesekali." Tulus seperti sedang menyapa siapa pun yang sedang berjuang. Ada air mata, ada tawa, keduanya datang silih berganti. Hidup memang bergerak di antara "titik gelap dan terang yang berganti." Kalimat ini merangkum dinamika manusia yang tidak pernah sepenuhnya stabil.

Lalu masuk pada fase rapuh, "Ringkihlah asa / Hilanglah harap / Terbuanglah waktu." Ini pengakuan jujur tentang momen ketika harapan terasa runtuh. Waktu yang terbuang sering menjadi penyesalan terbesar. Namun tepat setelah itu, Tulus menghadirkan inti pesan lagu ini, "Kecil hanya sekali / Muda hanya sekali / Tua hanya sekali / Hiduplah kini." Pengulangan ini seperti mantra. Setiap fase hidup terjadi satu kali dan tidak akan kembali dalam bentuk yang sama.

Bagian "Merangkak dua langkah kecil pertama / Kini dia lari dan tergesa-gesa" menggambarkan perjalanan manusia dari bayi hingga dewasa. Dulu belajar berjalan adalah pencapaian besar, kini hidup terasa seperti lomba tanpa jeda. "Terenyuh dia buah manis pertama / Kini ilusi pahit mewah rasa" menunjukkan bagaimana kepolosan masa kecil berubah menjadi kompleksitas dunia dewasa yang penuh ambisi dan ilusi.

Tulus juga menyentil ego manusia lewat lirik, "Wajah kecilmu / Kita manusia / Bukan yang maha paling mulia." Ini pengingat bahwa kita bukan makhluk sempurna. Kita bisa ragu, bisa keliru, seperti diakui dalam "Jutaan ragu / Juta keliru." Namun justru karena keterbatasan itulah hidup menjadi berarti.

Kalimat "Hiduplah kini" yang diulang berkali-kali adalah ajakan untuk hadir sepenuhnya di saat ini. Bukan terjebak pada masa lalu, bukan cemas berlebihan tentang masa depan. Lagu ini tidak menawarkan solusi instan, tetapi memberikan perspektif. Bahwa kecil, muda, dan tua hanyalah fase yang bergerak maju tanpa rem.

Satu Kali adalah lagu tentang kesadaran eksistensial. Tentang menerima bahwa waktu tidak pernah menunggu. Dan selama masih diberi kesempatan bernapas, pilihan terbaik adalah menjalani hari ini dengan utuh. Karena setiap fase hanya datang satu kali, dan hidup tidak pernah menyediakan ulangan.

Tags

Tulus