Senin, 20 April 2026
Amandit FM
Hiburan

Tate McRae: Bukan Sekadar Mbak-Mbak Viral TikTok, Tapi The Next Pop Queen yang Emang Jago Dance

Hafizah Fikriah Waskan - Monday, 16 March 2026 | 10:00 PM

Background
Tate McRae: Bukan Sekadar Mbak-Mbak Viral TikTok, Tapi The Next Pop Queen yang Emang Jago Dance
Tate McRae (Billboard.com/Tate McRae)

Pernah nggak sih lo lagi asyik scrolling TikTok, terus tiba-tiba kuping lo "diserang" sama lagu yang beat-nya nempel banget di kepala? Sesuatu yang bikin jempol lo berhenti scrolling dan malah mulai ikut goyang tipis-tipis? Kalau jawabannya iya, kemungkinan besar lo lagi dengerin "greedy" atau "exes". Dan pelakunya nggak lain adalah Tate McRae. Cewek asal Kanada yang belakangan ini lagi ada di mana-mana, mulai dari FYP lo sampai chart Billboard teratas.

Tapi, jujur aja, jangan sebut Tate itu cuma "produk viral" doang. Itu kayak lo bilang Rendang cuma "daging bumbu cokelat". Salah besar, Bos! Tate McRae ini paket lengkap yang mungkin udah lama nggak kita liat di industri musik pop dunia sejak zaman kejayaan Britney Spears atau Christina Aguilera di awal tahun 2000-an. Dia punya suara yang unik, penulisan lagu yang relate sama anak muda, dan yang paling penting: dia itu penari level elit.

Dari Panggung Dance ke Studio Rekaman

Kalau lo telusuri rekam jejaknya, Tate ini sebenernya udah "moncer" jauh sebelum dia mulai nyanyi. Bayangin, di usia yang masih bocah banget, dia udah jadi orang Kanada pertama yang masuk final acara So You Think You Can Dance: The Next Generation. Jadi, kalau lo liat dia nari di video klipnya terus mikir, "Wah, koreografinya keren banget ya," itu bukan hasil editan atau bantuan stuntman. Itu murni otot dan keringat Tate yang udah terlatih bertahun-tahun di studio tari.

Transisinya ke dunia musik pun nggak instan. Dia mulai dari kamar tidurnya, bikin channel YouTube "Create with Tate", dan nulis lagu sendiri. Lagu "One Day" yang dia tulis saat umur 13 tahun itu meledak secara organik. Dari situ, orang-orang mulai sadar kalau anak ini bukan cuma jago salto atau split, tapi juga punya selera musik yang oke punya. Suaranya yang agak serak-serak basah tapi punya power itu yang bikin dia beda dari solois cewek lainnya.

Ledakan "you broke me first" dan Masa Pandemi

Ingat tahun 2020? Masa-masa kita semua cuma bisa rebahan di rumah sambil meratapi nasib? Nah, di saat itulah lagu "you broke me first" muncul. Lagu ini kayak jadi anthem buat semua orang yang lagi galau karena mantan. Tate berhasil menangkap keresahan anak muda yang lagi ngerasa dikhianatin tapi pengen tetep keliatan cool. Lagu itu meledak parah, diputar miliaran kali, dan tiba-tiba nama Tate McRae sejajar sama penyanyi papan atas lainnya.

Tapi, ada tantangan tersendiri buat artis yang naik daun pas pandemi. Mereka sering dibilang "artis internet" karena jarang tampil live. Begitu dunia mulai normal lagi, Tate langsung ngebuktiin kalau dia itu performer beneran. Dia naik ke panggung, nyanyi sambil nari yang energinya nggak habis-habis, dan bikin penonton melongo. Di sinilah letak magisnya Tate: dia nggak cuma berdiri di depan stand mic sambil merem melek, dia ngasih pertunjukan yang visualnya mahal banget.

"THINK LATER" dan Transformasi Jadi Main Pop Girl

Masuk ke era album THINK LATER, Tate kayak pengen bilang ke dunia, "Oke, gue udah selesai sama fase galau-galau sedih, sekarang saatnya slay." Lewat single "greedy", dia bertransformasi jadi sosok yang lebih percaya diri, enerjik, dan—oke, ayo kita akui—sangat karismatik. Vibes-nya itu lho, kayak cewek-cewek keren yang lo temuin di mall tapi lo minder buat nyapa.

Banyak pengamat musik bilang kalau Tate McRae itu jawaban buat kerinduan kita akan sosok penyanyi pop yang bisa dancing gila-gilaan. Sekarang kan zamannya penyanyi yang lebih fokus ke estetika atau vokal yang dreamy. Nah, Tate masuk dengan energi 2000-an yang dipoles dengan gaya modern. Dia pakai baju ala pemain hoki (dia emang fans berat hoki, sangat Kanada banget ya?), celana baggy, tapi tetep keliatan feminin dan kuat di saat bersamaan.

Kenapa Kita Harus Peduli Sama Tate?

Mungkin lo bakal nanya, "Ya terus kenapa? Kan banyak penyanyi lain." Gini, di industri yang sekarang serba cepet dan kadang terasa "palsu", Tate McRae kerasa kayak angin segar. Dia nulis lagunya sendiri, dia terlibat dalam koreografinya, dan dia nggak malu buat nunjukin sisi manusiawinya. Dia sering curhat kalau dia itu sebenernya cukup awkward atau ngerasa insecure, yang mana itu sangat relate sama kita-kita yang kalau ketemu orang baru aja kadang bingung mau naruh tangan di mana.

Selain itu, etos kerjanya itu lho, nggak kaleng-kaleng. Bayangin lo harus nyanyi stabil sambil ngelakuin gerakan tari yang butuh kelenturan tingkat tinggi. Itu capeknya bukan main. Tapi Tate tetep konsisten. Dia nggak cuma jualan tampang atau viralitas sesaat. Dia ngebangun karirnya bata demi bata, dari studio tari di Calgary sampai panggung Grammy.

Jadi, kalau besok-besok lo denger lagu Tate McRae lagi lewat di radio atau cafe, nggak usah gengsi buat ikutan humming atau goyangin kepala. Tate McRae bukan cuma sekadar tren lewat. Dia adalah bukti kalau bakat, kerja keras, dan sedikit keberuntungan di media sosial bisa bikin seseorang jadi bintang global. Dan jujur aja, kita semua butuh sedikit musik pop yang asyik buat nemenin hari-hari yang kadang kerasa flat ini, kan? Go Tate!

Tags