Disdikbud Kalsel Perkuat Pendidikan Nonformal dan Life Skill untuk Tekan Angka Putus Sekolah
Hafizah Fikriah Waskan - Wednesday, 04 March 2026 | 03:14 AM


amanditmedia.id, Banjarbaru - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat peran pendidikan nonformal sebagai strategi menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, saat menghadiri kegiatan bertema "Penguatan Kelembagaan Nonformal dalam Peningkatan Mutu Pendidikan dan Penanganan Anak Putus Sekolah Tahun 2026" di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Selatan.
Tantri menjelaskan, jalur pendidikan nonformal menjadi alternatif penting bagi anak yang tidak dapat melanjutkan sekolah formal. Program kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C tetap dijalankan sebagai fondasi utama, namun kini diperkuat dengan pola pembelajaran yang lebih fleksibel melalui kombinasi formal dan nonformal.
Disdikbud Kalsel juga menggandeng pemerintah kabupaten dan kota untuk mengintegrasikan pelatihan kecakapan hidup ke dalam kurikulum pendidikan kesetaraan.
"Langkah ini bertujuan agar lulusan memiliki kompetensi dan daya saing di dunia kerja," ujar Tantri, Selasa (3/3).
Upaya transformasi digital turut diterapkan. Sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dan Sanggar Kegiatan Belajar telah memanfaatkan pembelajaran jarak jauh serta asesmen berbasis komputer guna meningkatkan efektivitas dan akses pendidikan.
Meski demikian, Tantri mengakui masih terdapat tantangan, terutama capaian Tes Kemampuan Akademik 2025 yang belum optimal. Rendahnya budaya literasi dan tingginya intensitas penggunaan media sosial dinilai berdampak pada konsentrasi serta kualitas belajar peserta didik.
Ia menegaskan kepada dinas pendidikan kabupaten dan kota agar setiap program yang dijalankan benar-benar berorientasi pada hasil belajar siswa.
"Keberhasilan pendidikan diukur dari siswanya dan hasil belajarnya. Kegiatan yang dilaksanakan harus memberikan dampak nyata, bukan sekadar menggugurkan kewajiban," tegasnya.
Disdikbud Kalsel mendorong kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk mengatasi persoalan putus sekolah dan rendahnya minat baca, sehingga setiap anak tetap memperoleh hak pendidikan melalui jalur formal maupun nonformal.
Next News

Pemprov Kalsel Luncurkan Web Perizinan STL Ketenagalistrikan, Permudah Laporan Instalasi hingga 500 kW
a day ago

Dinsos Kalsel Rumuskan Strategi Kesejahteraan Sosial Inklusif, Fokus Data Terpadu dan Pemberdayaan PPKS
a day ago

Pemprov Kalsel Genjot Penurunan Stunting di Desa, Perkuat Peran KPM dan Regulasi Daerah
a day ago

Pemprov Kalsel Matangkan Rencana Stadion Bertaraf Internasional, Fokus pada AMDAL dan Kesiapan Teknis
a day ago

Direktur Manajemen Risiko Pelindo Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 di Terminal Penumpang Banjarmasin
5 days ago

Wujud Dukungan Pengembangan SDM Kesehatan, RSGM Gusti Hasan Aman Sambut Finalis Putri Indonesia Kalsel
6 days ago

Pemprov Kalsel dan Bank Indonesia Perkuat Investasi Daerah melalui Sosialisasi RIRU Intan Kalsel 2026
6 days ago

Optimalkan RIRU, DPMPTSP Kalsel Dorong Iklim Investasi Berkelanjutan
6 days ago

UPTD Laboratorium Lingkungan Kalsel Siapkan Peresmian Gedung Baru
6 days ago

Bappeda Kalsel Gelar Konsolidasi Evaluasi Renja Januari 2026 dan Sosialisasi SIPD e-Dalev, Tindak Lanjut Hasil Entry Meeting BPK RI
6 days ago





