Pemprov Kalsel dan Bank Indonesia Perkuat Investasi Daerah melalui Sosialisasi RIRU Intan Kalsel 2026
Adam Subayu - Friday, 27 February 2026 | 05:27 AM


amanditmedia.id, Banjarbaru - Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin yang turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam memperkuat iklim investasi daerah, khususnya Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, perangkat daerah lingkup Pemprov Kalsel, serta pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.
Menurutnya, keberadaan RIRU Intan Kalsel menjadi instrumen strategis dalam mendorong peningkatan investasi sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah secara berkelanjutan.
"Penguatan investasi daerah memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Melalui RIRU, peluang investasi daerah dapat dipersiapkan secara matang, dipromosikan secara tepat, serta diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi yang lebih produktif dan berkelanjutan," ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan, perekonomian Kalimantan Selatan pada tahun 2025 tumbuh sebesar 5,22 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp164,94 triliun. Struktur ekonomi daerah saat ini masih didominasi oleh sektor pertambangan, pertanian, serta industri pengolahan yang secara kumulatif menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi.
Sektor industri pengolahan bahkan tercatat sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi, sehingga dinilai memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan ekonomi Kalimantan Selatan ke depan.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi guna mencapai target pembangunan daerah. Pemprov Kalsel menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai kisaran 8,1 persen pada tahun 2029.
Sekda Kalsel menegaskan, RIRU memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian indikator pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Melalui forum ini, pemerintah daerah diharapkan mampu menyiapkan proyek investasi yang konkret dan siap ditawarkan kepada investor.
"Kesiapan pemerintah kabupaten/kota dalam menghadirkan peluang investasi yang nyata menjadi faktor kunci keberhasilan pembangunan daerah. Karena itu, sinergi dan komitmen bersama perlu terus diperkuat agar RIRU benar-benar menjadi motor penggerak percepatan investasi," tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan penguatan investasi tidak hanya berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, tetapi turut membuka lapangan kerja, meningkatkan daya saing daerah, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.
"Melalui pelaksanaan Sosialisasi RIRU Intan Kalsel Tahun 2026 ini, diharapkan koordinasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan semakin solid dalam mendorong iklim investasi yang kompetitif dan berkelanjutan, menuju Kalimantan Selatan yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera," pungkasnya.
Next News

Komitmen Pelestarian Naskah Kuno Diperkuat, Dorong Digitalisasi Warisan Daerah
3 hours ago

Tim Pemilihan Dewan SDA Kalsel Disusun, Fokus Atasi Banjir hingga Kekeringan
an hour ago

Inovasi Hidroponik Diuji untuk Pembenihan Cabai dan Tomat di Kalsel
an hour ago

Penilaian BUMDesa Kalsel Pakai Skema Baru, Dua Tahap hingga Verifikasi Lapangan
4 hours ago

Magang 40 Hari, Klien PPRSAR Mulia Satria Didorong Siap Masuk Dunia Kerja
5 hours ago

Pokja I Komisi Irigasi Matangkan Agenda Pleno, Soroti Kekeringan hingga Banjir
6 hours ago

Pelatihan TPKS Digelar, Perkuat Kapasitas Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Kalsel
8 hours ago

Ratusan ASN Antusias Aktivasi IKD, Disdukcapil Kalsel Kejar Target 49 SKPD
8 hours ago

Workshop Konsiliasi Data Digelar, Disdukcapil Kalsel Perkuat Akurasi Profil Kependudukan
10 hours ago

Inkubator Usaha Didorong Jadi Motor UMKM, Kalsel Berbagi Skema Pengembangan
12 hours ago





