Filipina Pangkas Jam Kerja Demi Hemat Energi, Indonesia Masih Kaji Kebijakan Efisiensi
Hafizah Fikriah Waskan - Tuesday, 10 March 2026 | 11:46 AM


amanditmedia.id, Jakarta – Pemerintah Indonesia tengah mengevaluasi berbagai langkah penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak dunia yang dipicu konflik di kawasan Timur Tengah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan hingga saat ini pemerintah belum mempertimbangkan kebijakan pengurangan jam kerja seperti yang diterapkan beberapa negara.
Menurutnya, pemerintah masih mempelajari sejumlah opsi kebijakan efisiensi energi dengan menyesuaikan kondisi domestik.
"Kita sedang melakukan kajian terkait langkah efisiensi yang paling tepat," ujar Bahlil saat ditemui di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Senin (9/3).
Ia menegaskan bahwa kebijakan efisiensi energi tidak hanya bertujuan menghemat penggunaan bahan bakar, tetapi juga menjaga stabilitas keuangan negara serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber energi yang tersedia.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan harga energi, pemerintah juga mendorong percepatan penggunaan bahan bakar alternatif. Salah satu program yang dipacu adalah peningkatan campuran biodiesel hingga mencapai B50.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pengembangan bahan bakar berbasis etanol melalui program E20 untuk mengurangi ketergantungan pada minyak fosil.
Sementara itu, Filipina mengambil langkah berbeda dengan menerapkan kebijakan penghematan energi yang lebih ketat. Pemerintah negara tersebut memutuskan untuk memangkas jam kerja pegawai pemerintah menjadi empat hari dalam sepekan serta mendorong penerapan kerja dari rumah.
Presiden Ferdinand Marcos Jr. menyebut kebijakan tersebut bersifat sementara dan tidak berlaku bagi sektor layanan penting seperti kepolisian dan pemadam kebakaran.
Selain itu, lembaga pemerintah juga diminta menekan penggunaan listrik dan bahan bakar antara 10 hingga 20 persen, serta menunda kegiatan perjalanan dinas atau agenda yang tidak mendesak.
Langkah tersebut diambil untuk meredam tekanan inflasi yang berpotensi meningkat akibat lonjakan harga energi global.
Next News

Bahlil Nilai Batas BBM Subsidi 50 Liter per Hari Wajar, Singgung Pengalaman Jadi Sopir Angkot
19 days ago

Ramai Isu BBM Naik 1 April, Ini Penjelasan Terbaru dari Pusat
20 days ago

UTBK Is Coming: Checklist Amunisi Biar Nggak Panik di Hari-H
19 days ago

Punya 7.000 Triliun, Elon Musk Bisa Beli Apa Saja di Dunia Ini?
a month ago

Otto Toto Sugiri: Kisah "Bill Gates Indonesia" yang Hartanya Bikin Geleng-Geleng Kepala
a month ago

164 Triliun dan Kisah di Balik Senyum Tahir: Lebih dari Sekadar Angka di Rekening
a month ago

Mengenal Michael Hartono: Triliuner yang Hobi Main Kartu dan Jajan di Pinggir Jalan
a month ago

Seberapa Kaya Robert Budi Hartono? Intip Fakta Kekayaannya di Sini
a month ago

Mengenal Low Tuck Kwong: Sang Raja Batubara yang Bikin Kita Merasa Miskin Berjamaah
a month ago

Kaesang Pangarep: Dari Tukang Pisang, Raja Meme, Hingga Jadi Kapten Politik Dadakan
a month ago





