Minggu, 5 April 2026
Amandit FM
Hiburan

Makna Lagu Butterflies – Ali Gatie dan MAX tentang Cinta yang Tak Pernah Kehilangan Degup Pertama

Hafizah Fikriah Waskan - Sunday, 22 February 2026 | 01:27 PM

Background
Makna Lagu Butterflies – Ali Gatie dan MAX tentang Cinta yang Tak Pernah Kehilangan Degup Pertama
MAX & Ali Gatie - Butterflies (YouTube/ Ali Gatie)

Lagu Butterflies yang dibawakan oleh Ali Gatie dan MAX (Max Schneider) pada 2022 menghadirkan warna berbeda dari katalog lagu-lagu patah hati khas Ali Gatie. Jika sebelumnya ia dikenal lewat nuansa galau dan kehilangan, Butterflies justru merayakan cinta yang bertahan dan tetap berdebar, bahkan setelah waktu berjalan lama.

Sejak awal lagu, pendengar langsung disuguhkan metafora manis tentang rasa "butterflies" atau kupu-kupu di perut—istilah populer untuk menggambarkan sensasi gugup dan berdebar saat jatuh cinta. Potongan lirik seperti "you could give me chills on a summer day" menggambarkan bagaimana kehadiran seseorang mampu mengubah suasana hati secara instan. Bahkan di hari musim panas yang hangat, ia tetap bisa merasakan sensasi dingin karena gugup dan bahagia.

Makna lagu Butterflies terletak pada konsistensi perasaan. Ali dan MAX menekankan bahwa meskipun waktu terus bergerak—"time moves on"—ada hal-hal yang tidak berubah. Cinta yang mereka rasakan tetap menghadirkan debar yang sama seperti pertama kali bertemu. Ini diperkuat dengan kalimat tentang tetap merasakan kupu-kupu setiap kali menatap mata pasangan.

Bagian yang menyebut "gonna keep me young when we're old and grey" memberi gambaran tentang cinta jangka panjang. Lagu ini bukan tentang euforia sesaat, melainkan tentang hubungan yang tumbuh bersama waktu. Bahkan ketika rambut sudah memutih, perasaan itu masih ada. Ini menjadikan Butterflies sebagai lagu cinta dewasa—tentang komitmen yang tetap romantis.

Menariknya, ada pengakuan bahwa dulu mereka dianggap "young and dumb". Banyak orang meremehkan cinta masa muda sebagai sesuatu yang tidak serius. Namun kini, mereka melihat kembali perjalanan yang sudah dilalui dan menyadari bahwa cinta itu nyata. Pesan ini terasa relevan bagi pasangan yang memulai hubungan sejak usia muda dan berhasil melewati berbagai fase kehidupan.

Secara emosional, lagu ini juga menyentuh sisi nostalgia. Kalimat tentang kembali teringat pada senyum pertama menunjukkan bahwa memori awal hubungan masih hidup. Bahkan detail kecil seperti melihat pasangan mengenakan pakaian yang sama tetap memicu perasaan yang sama. Artinya, cinta yang sehat tidak kehilangan daya magisnya hanya karena waktu berlalu.

Kolaborasi Ali Gatie dan MAX terasa pas karena keduanya dikenal dengan gaya vokal yang emosional dan penuh warna. Aransemen Butterflies terdengar cerah dengan sentuhan pop modern yang ringan, berbeda dari balada sendu Ali sebelumnya. Lagu ini memiliki energi optimistis, membuatnya cocok menjadi anthem pasangan yang sedang merayakan hubungan mereka.

Fakta menariknya, Butterflies sering digunakan dalam konten pernikahan dan anniversary di media sosial. Banyak pasangan merasa lagu ini merepresentasikan perasaan mereka yang tetap berdebar meski sudah bersama bertahun-tahun. Istilah "butterflies" yang biasanya diasosiasikan dengan cinta awal, di lagu ini justru diangkat sebagai perasaan yang bisa bertahan seumur hidup.

Makna lagu Butterflies pada akhirnya sederhana namun kuat: cinta sejati tidak kehilangan getarannya. Rasa gugup, senang, dan degup cepat itu tidak hanya milik masa pendekatan. Ia bisa tetap hidup, selama dua orang terus memilih satu sama lain.

Butterflies menjadi pengingat bahwa cinta yang matang bukan berarti hambar. Justru di situlah keindahannya—ketika setiap tatapan masih membuat jantung berdebar, bahkan setelah bertahun-tahun bersama.