Menko Perekonomian Airlangga Soroti Dampak Penutupan Selat Hormuz terhadap Pasokan Energi Global
Hafizah Fikriah Waskan - Monday, 02 March 2026 | 01:13 PM


amanditmedia.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai memanasnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berisiko besar terhadap stabilitas pasokan minyak dunia. Penutupan Selat Hormuz disebut menjadi titik krusial karena jalur tersebut merupakan arteri utama pengiriman minyak global.
Ia menjelaskan, terganggunya distribusi melalui Selat Hormuz otomatis menekan suplai energi internasional. Ketegangan di kawasan Laut Merah yang sebelumnya juga bermasalah turut memperumit situasi. Pemerintah saat ini terus mencermati perkembangan konflik untuk mengantisipasi dampak lanjutan.
Sebagai langkah antisipatif, pemerintah telah mengupayakan diversifikasi sumber impor minyak dari luar Timur Tengah. Upaya itu dilakukan melalui kerja sama PT Pertamina (Persero) dengan sejumlah perusahaan energi asal AS, seperti Chevron Corporation dan ExxonMobil. Strategi ini diharapkan dapat menjaga ketahanan pasokan domestik di tengah ketidakpastian global.
Terkait implikasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, Airlangga menyebut dampaknya sangat bergantung pada lamanya konflik berlangsung. Selain sektor energi, distribusi barang dan aktivitas pariwisata berpotensi ikut terdampak jika eskalasi terus berlanjut.
Mengenai kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak di dalam negeri, ia mengakui tren kenaikan harga energi hampir selalu terjadi saat konflik geopolitik, seperti pada perang Rusia-Ukraina. Meski demikian, tekanan harga dinilai masih bisa tertahan apabila produksi dari AS meningkat dan negara-negara anggota OPEC menambah output.
Penutupan Selat Hormuz diumumkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran setelah meningkatnya serangan di kawasan tersebut. Kondisi ini memicu rangkaian aksi balasan yang memperluas ketegangan di wilayah Teluk dan sekitarnya.
Pemerintah menegaskan akan terus memantau dinamika geopolitik tersebut untuk menyiapkan langkah kebijakan yang diperlukan demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Next News

Bahlil Nilai Batas BBM Subsidi 50 Liter per Hari Wajar, Singgung Pengalaman Jadi Sopir Angkot
15 days ago

Ramai Isu BBM Naik 1 April, Ini Penjelasan Terbaru dari Pusat
16 days ago

UTBK Is Coming: Checklist Amunisi Biar Nggak Panik di Hari-H
15 days ago

Punya 7.000 Triliun, Elon Musk Bisa Beli Apa Saja di Dunia Ini?
23 days ago

Otto Toto Sugiri: Kisah "Bill Gates Indonesia" yang Hartanya Bikin Geleng-Geleng Kepala
23 days ago

164 Triliun dan Kisah di Balik Senyum Tahir: Lebih dari Sekadar Angka di Rekening
23 days ago

Mengenal Michael Hartono: Triliuner yang Hobi Main Kartu dan Jajan di Pinggir Jalan
23 days ago

Seberapa Kaya Robert Budi Hartono? Intip Fakta Kekayaannya di Sini
23 days ago

Mengenal Low Tuck Kwong: Sang Raja Batubara yang Bikin Kita Merasa Miskin Berjamaah
23 days ago

Kaesang Pangarep: Dari Tukang Pisang, Raja Meme, Hingga Jadi Kapten Politik Dadakan
a month ago





