Selasa, 9 Juni 2026
Amandit FM
Berita Kalsel

SMK Kalsel Didorong Perkuat Link and Match Pendidikan dan Dunia Industri

Hafizah Fikriah Waskan - Friday, 08 May 2026 | 12:16 PM

Background
SMK Kalsel Didorong Perkuat Link and Match Pendidikan dan Dunia Industri
Disdikbud Kalsel Gelar Rakor SMK (diskominfomc.kalselprov.go.id/MC Kalsel)

amanditmedia.id, Banjarmasin – Upaya memperkuat keselarasan antara dunia pendidikan vokasi dan kebutuhan industri kembali menjadi sorotan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) SMK di Kalimantan Selatan, Selasa (5/5).

Forum bertema "Partisipasi Semesta Vokasi Bermutu untuk Semua" itu menekankan pentingnya penyesuaian sistem pendidikan terhadap perkembangan dunia kerja yang terus bergerak cepat.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menilai keselarasan antara pendidikan dan dunia industri menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing lulusan.

Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor, tidak hanya di internal dunia pendidikan, tetapi juga melibatkan perangkat daerah lain hingga dunia usaha agar lulusan SMK lebih mudah terserap di pasar kerja.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti indikator keberhasilan pendidikan seperti angka partisipasi sekolah dan rata-rata lama sekolah, yang ditargetkan terus meningkat hingga setara jenjang pendidikan tinggi.

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki karakter, etos kerja, dan kemampuan adaptasi yang kuat.

Hasil evaluasi bersama lembaga pengawasan juga menjadi perhatian, terutama temuan bahwa sebagian lulusan pendidikan dasar justru lebih cepat terserap kerja dibandingkan lulusan SMK, yang dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi penguatan vokasi.

Rakor ini juga menetapkan sejumlah fokus penguatan, mulai dari pembentukan karakter, pencegahan korupsi dalam pengadaan, hingga peningkatan kerja sama dengan industri.

Tindak lanjut program akan mulai dijalankan pada Juni hingga Desember 2026, termasuk penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri melalui magang dan keterlibatan praktisi sebagai pengajar tamu.

Tags