Kalsel Kolaborasi dengan Kabupaten/Kota Pulihkan 12 Ribu Hektare Lahan Pertanian Pasca Banjir
Hafizah Fikriah Waskan - Monday, 09 February 2026 | 12:05 PM


amanditmedia.id, Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus melakukan pemulihan lahan pertanian yang terdampak banjir dengan menggandeng pemerintah kabupaten dan kota. Upaya ini dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi untuk memastikan proses pemulihan efektif dan tepat sasaran.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, Syamsir Rahman, mengatakan banjir berdampak pada berbagai subsektor pertanian, mulai dari tanaman pangan seperti padi dan jagung hingga hortikultura.
"Pasca banjir, yang terdampak bukan hanya tanaman pokok seperti padi dan jagung, tetapi juga tanaman hortikultura. Saat ini kita sedang melakukan pemulihan, namun tidak hanya oleh pemerintah provinsi, melainkan bersama pemerintah kabupaten dan kota," ujar Syamsir Rahman di Banjarbaru, Senin (9/2).
Total lahan pertanian yang sempat terendam diperkirakan mencapai 12 ribu hektare. Sebagian sudah mulai ditangani secara mandiri oleh para petani, sementara sisanya masih dimonitor karena belum bisa dilakukan penanaman maupun olah lahan.
"Sebagian sudah dikerjakan oleh petani sendiri. Sisanya masih kami monitoring karena ada lahan yang memang belum bisa dilakukan penanaman maupun olah lahan," tambah Syamsir.
Pemprov Kalsel mendorong percepatan pemulihan melalui penyuluh pertanian, petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT), dan koordinasi dengan jajaran teknis di lapangan. Fokus saat ini berada di wilayah terdampak utama seperti Kabupaten Banjar, Tapin, dan Tanah Laut.
"Sentra pertanian di Barito Kuala juga terdampak, tetapi tidak terlalu banyak. Kondisi ini akan kita bahas lebih lanjut dalam rapat koordinasi teknis (rakortek) yang akan dilaksanakan minggu depan," jelasnya.
Setiap kabupaten memiliki peran penting dalam pemulihan pasca banjir karena memiliki kewenangan wilayah. Pemerintah provinsi menekankan bantuan akan diberikan secara selektif, hanya untuk lahan yang benar-benar membutuhkan dukungan tambahan.
"Kalau semua diminta, nanti semuanya minta bantuan. Padahal beberapa kabupaten sudah menyiapkan bantuan. Provinsi akan melihat kekurangannya saja," kata Syamsir.
Bantuan difokuskan pada lahan terdampak luas di atas seribu hektare, sementara petani yang sudah mengantisipasi secara mandiri akan tetap mendapat dukungan sesuai kebutuhan. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat memulihkan sektor pertanian Kalsel pasca banjir dengan lebih cepat dan efektif.
Next News

Pemprov Kalsel Luncurkan Web Perizinan STL Ketenagalistrikan, Permudah Laporan Instalasi hingga 500 kW
a day ago

Dinsos Kalsel Rumuskan Strategi Kesejahteraan Sosial Inklusif, Fokus Data Terpadu dan Pemberdayaan PPKS
a day ago

Disdikbud Kalsel Perkuat Pendidikan Nonformal dan Life Skill untuk Tekan Angka Putus Sekolah
a day ago

Pemprov Kalsel Genjot Penurunan Stunting di Desa, Perkuat Peran KPM dan Regulasi Daerah
a day ago

Pemprov Kalsel Matangkan Rencana Stadion Bertaraf Internasional, Fokus pada AMDAL dan Kesiapan Teknis
a day ago

Direktur Manajemen Risiko Pelindo Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 di Terminal Penumpang Banjarmasin
5 days ago

Wujud Dukungan Pengembangan SDM Kesehatan, RSGM Gusti Hasan Aman Sambut Finalis Putri Indonesia Kalsel
6 days ago

Pemprov Kalsel dan Bank Indonesia Perkuat Investasi Daerah melalui Sosialisasi RIRU Intan Kalsel 2026
6 days ago

Optimalkan RIRU, DPMPTSP Kalsel Dorong Iklim Investasi Berkelanjutan
6 days ago

UPTD Laboratorium Lingkungan Kalsel Siapkan Peresmian Gedung Baru
6 days ago





