Polisi Dalami Kasus Es Buah Racuni 153 Orang di HSU, Ini Temuan Sementara
Hafizah Fikriah Waskan - Wednesday, 04 February 2026 | 02:28 PM


Kronologi kasus keracunan massal yang melibatkan 153 orang di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, mulai terungkap setelah polisi mengintensifkan penyelidikan terhadap kejadian yang terjadi pada Minggu (1/2/2026). Dugaan sementara, keracunan ini dipicu oleh es buah yang disajikan dalam sebuah hajatan di Desa Baruh Tabing, Kecamatan Banjang dan kini menjadi fokus pemeriksaan aparat kepolisian bersama instansi terkait.
Peristiwa ini bermula saat ratusan tamu hajatan mengonsumsi menu termasuk es buah berisi pepaya, labu putih, nanas, selasih, dan sirup leci. Tak lama setelah itu, banyak dari mereka mengalami gejala keracunan, seperti lidah terasa pahit, kepala pusing, mual, dan pusing berputar. Atas kondisi ini, warga yang terkena gejala langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan setempat.
Berdasarkan catatan polisi, dari total 153 orang yang dibawa ke puskesmas dan rumah sakit, 145 orang telah diperbolehkan pulang setelah ditangani medis, sementara 8 korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di RS Pembalah Batung Amuntai. Delapan pasien tersebut terdiri atas empat orang dewasa dan empat anak-anak yang kondisinya masih dalam pengawasan tenaga kesehatan.
Menyikapi situasi ini, pihak kepolisian setempat langsung mengambil langkah cepat dengan mengamankan sampel makanan dan minuman yang dicurigai sebagai penyebab keracunan. Sebanyak 9 sampel dari berbagai menu hajatan, termasuk es buah, telah diambil untuk diperiksa di laboratorium. Sampel tersebut dijadwalkan dianalisis oleh Polres HSU, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Dinas Kesehatan guna mengetahui ada tidaknya zat berbahaya atau kontaminan di dalamnya.
Kapolsek Banjang, AKP Robby, mengatakan bahwa pemilik hajatan telah diperiksa oleh polisi melalui interogasi yang dilakukan Kanit Reserse Polsek Banjang. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk menggali informasi terkait persiapan makanan, proses penyajian, hingga pihak yang bertanggung jawab atas pengolahan menu hajatan.
"Dari kami melakukan interogasi terhadap pemilik hajatan, untuk penanganan nanti akan ditangani Polres HSU," ujar Robby, Senin (2/2).
Kapolsek menambahkan, penyelidikan masih terus berlanjut dan pihaknya masih menunggu hasil laboratorium dari sampel makanan dan minuman tersebut. Hasil uji laboratorium ini akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab pasti keracunan, apakah akibat kontaminasi bahan makanan, kesalahan penyimpanan, atau faktor lain yang perlu ditelusuri lebih lanjut.
Sementara itu, para korban dan keluarga masih menjalani proses pemulihan. Pihak puskesmas dan rumah sakit setempat terus memantau kondisi kesehatan korban guna memastikan tidak terjadi komplikasi serius. Pemerintah desa bersama tenaga medis juga melakukan koordinasi untuk memberikan pendampingan dan bantuan kepada keluarga korban pascakejadian.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan makanan, khususnya dalam hajatan atau acara yang melibatkan banyak tamu. Keracunan massal dapat terjadi apabila standar kebersihan bahan makanan tidak diperhatikan secara ketat, mulai dari proses penyimpanan hingga penyajian.
Hingga saat ini, polisi masih menggali keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang diperkirakan keluar dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan hasil tersebut, aparat akan menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan tindakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab. Masyarakat diimbau tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus ini kepada aparat berwenang.
Next News

LPTQ Kalsel Mulai Gembleng Kafilah Hadapi MTQ Nasional 2026
a month ago

Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026 di Kalsel, Diskominfo Siapkan Dukungan Teknis
a month ago

Bandara Syamsudin Noor Salurkan Bantuan Rp319 Juta untuk Stunting hingga Rumah Layak Huni
a month ago

Vaksin HPV Tahap Akhir di BBPOM Banjarbaru Lampaui Target Peserta
a month ago

Gerak Cepat Tim Gabungan Cegah Karhutla Meluas di Landasan Ulin Timur
a month ago

BPBD Kalsel Fokus Lindungi Permukiman Saat Karhutla Meluas di Banjarbaru
a month ago

Pelatihan Penyusutan Arsip BPSDMD Kalsel Ditutup, 29 ASN Lulus
a month ago

Hulu Sungai Selatan Juara Umum PESODA 2026
2 months ago

Pelaksanaan Pesoda Dan Pelatda Ditengah Efesiensi Anggaran
2 months ago

Inflasi Kalsel Masih Terkendali, Beras Jadi Sorotan Utama
3 months ago





